• DSC_0641 (2)
  • DSC_0189
  • DSC_0198
  • DSC_0210
  • DSC_0621
  • DSC_1051
  • DSC_0990
  • wowslider.com
  • DSC_1030
http://wowslider.net/ by WOWSlider.com v8.7

Home » Tugas Akhir Mahasiswa

Category Archives: Tugas Akhir Mahasiswa

RANCANG BANGUN KONSTRUKSI MESIN CNC MILLING MINI 3-AXIS

Dibuat Oleh:

Astriani Gunawan (211003)

Jumadi (211014)

Fikar Ardiansyah Sofyan (211030)

Diyan Nicholas Sherman. T (211045)

Efhil (211061)

Yulius Sikalo’ (211079)

PROGRAM STUDI PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN
AKADEMI TEKNIK SOROAKO
TAHUN 2014

MESIN CNC  MILLING MINI 3 – AXIS

MESIN CNC
MILLING MINI 3 –
AXIS

Kebutuhan akan mesin perkakas CNC 3–Axis sangat meningkat belakangan ini dengan tuntutan untuk mengerjakan bentuk geometri yang kompleks dan mengurangi waktu set up tetapi dengan biaya yang terjangkau. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka perlu dikembangkan mesin CNC Milling mini 3–Axis dengan menggunakan sistem kontrol yang sederhana dimana biayanya lebih terjangkau, salah satunya adalah sistem kontrol terbuka atau Open loop control system. Tetapi sistem ini sangat mudah dipengaruhi oleh gangguan dari luar yang bersumber dari controller, driver, kelemahan dari sisi mekanis konstruksi mesin
dan efek dari proses pemotongan sehingga mempengaruhi ketelitian gerakan.Ketidaktelitian gerakan dalam proses pemesinan di mesin CNC juga disebabkan oleh kombinasi berbagai sumber kesalahan (error) yang besarnya hanya dapat diketahui setelah proses pemesinan dilakukan.

Tujuan penelitian ini adalah membuat prototype mesin CNC milling berukuran kecil (mini) sebagai media pengajaran, pelatihan dan penelitian. Penelitian ini menggunakan metode experimental dengan menggunakan open loop control system, motor penggerak untuk axis X, Y dan Z menggunakan motor stepper, motor servo untuk spindel utama, dan menggunakan software artsoft Mach3.

RANCANG BANGUN MESIN PEMBUAT BIOETANOL

Disusun Oleh:

Fitriani Ade (211007)

Muh. Anshar (211018)

A. Muh. Yusuf (211027)

Yonathan Tandigau (211053)

Ikhsan (211065)

Moh. Dain Afif (211069)

AKADEMI TEKNIK SOROAKO
2014

MESIN PEMBUAT BIOETANOL

MESIN PEMBUAT BIOETANOL

Bioetanol merupakan senyawa alkohol yang diperoleh lewat proses fermentasi biomassa dengan bantuan mikroorganisme. Bioetanol biasanya dimanfaatkan untuk keperluan medis, sebagai zat pelarut, penyedap makanan, kosmetik, cat, farmasi, minuman berkarbonasi, obat batuk, pasta gigi, parfum, industri rokok, industri tinta dan yang sedang populer saat ini adalah pemanfaatan
bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar yang dicampur dengan bensin biasa disebut gasolin alkohol (gasohol).

Untuk menghasilkan sejumlah cairan bioetanol diperlukan minimal 4 tahapan yang diintegrasikan dalam satu mesin yang terdiri dari proses penghancuran bahan baku, hidrolisis, fermentasi dan distilasi . Proses pembuatan mesin pembuat bioetanol terdiri dari 6 tahapan, yaitu pengambilan dan pengolahan data, perancangan gambar mesin, proses pembuatan dudukan mesin, proses pembuatan tabung/tangki (untuk proses blender, hidrolisis, fermentasi, dan distilasi), proses pembuatan elemen mesin (puli, housing, kopling dan poros), dan proses assembly.

Mesin ini terdiri atas empat tangki dari bahan stainless steel yang masing- masing dihubungkan dengan pipa dan kran agar cairan bisa langsung masuk ke tangki untuk tahapan berikutnya sedangkan bahan baku bioetanol menggunakan buah dengen (Dillena Serrata). Tahapan untuk memperoleh cairan bioetanol dimulai dari proses penghancuran buah dengen menjadi bubur dengen di dalam tangki penghancur dan berakhir pada proses distilasi untuk menghasilkan cairan bioetanol. Sedangkan sumber panas yang diperlukan pada proses hidrolisis dan distilasi menggunakan elemen listrik yang dapat dikontrol temperatur yang diinginkan
menggunakan thermocontroller.

Hasil percobaan mesin yaitu pada proses penghancuran bahan baku buah dengen menjadi bubur dengen, pada proses hidrolisis bubur dengen menjadi sedikit lebih kental, dan pada proses distilasi menghasilkan cairan bioetanol. Sedangkan untuk proses fermentasi tidak dilakukan karena bahan yang dibutuhkan berupa enzim alfa dan enzim gluko tidak tersedia. Untuk memperoleh 1 liter bioetanol dari seluruh proses (tidak termasuk proses fermentasi) diperlukan waktu 15 jam.

OPTIMALISASI CEROBONG ASAP PENGELASAN DI BENGKEL D AKEDEMI TEKNIK SOROAKO

DISUSUN OLEH:

ADE RYANTO 211001

MELSON ABUNG 211017

WISNU WARDANI  211039

NUR JANNAH SARI  211051

MURSAL NAIM  211071

NASRA TOSALILI  211072

JURUSAN TEKNIK MESIN
PROGRAM STUDI PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN
AKADEMI TEKNIK SOROAKO
2013-2014

CEROBONG ASAP PENGELASAN DI  BENGKEL D AKEDEMI TEKNIK SOROAKO

CEROBONG ASAP PENGELASAN DI
BENGKEL D AKEDEMI TEKNIK SOROAKO

Cerobong asap merupakan struktur yang berfungsi sebagai ventilasi pembuangan panas gas buang atau asap yang dihasilkan dari kompor, blower, tungku, atau bahkan perapian menuju ke udara bebas. Salah satu kendala pada cerobong asap seperti yang terdapat pada bengkel fabrikasi Akademi Teknik Soroako (ATS) adalah asap hasil pengelasan tidak terisap secara maksimal dan tinggal di dalam cerobong asap akibat dimensi saluran pengisap yang kecil, posisi yang kurang baik dan blower sentrifugalutama tidak berfungsi secara maksimal. Optimalisasi cerobong asap bengkel D dilakukan dengan memperluas saluran pengisap, memasang exhaust fan pada mulut saluran pengisap, memiringkan posisi saluran utama dan mengganti blower sentrifugal. Sistem kelistrikan yang awalnya menggunakan plug (tusuk kontak), diganti dengan sistem kontrol direct on line menggunakan kontaktor, dan menambahkan saklar untuk pengoperasian exhaust fan.

Pengujian dilakukan dengan mengamati dan mengukur asap dan aliran udara yang diisap kemudian dikeluarkan oleh cerobong pada beberapa kondisi. Secara visual sebagian besar asap hasil pengelasan telah mampu terisap dan dikeluarkan melalui cerobong asap. Pada pengujian yang dilakukan dengan menyalakan semua exhaust fantanpa menyalakan blower sentrifugal, diperoleh data kecepatan isap rata-rata adalah dan untuk kecepatan buang rata-rata adalah . Sedangkan untuk debit pengisapan rata-rata adalah dan untuk debit pembuangan rata-rata adalah . Pada pengujian yang dilakukan dengan menyalakan semua exhaust fan dan menyalakan blower sentrifugal, diperoleh data kecepatan isap rata-rata adalah dan untuk kecepatan buang rata-rata adalah . Sedangkan untuk debit pengisapan rata-rata adalah dan untuk debit pembuangan rata-rata adalah .

RANCANG BANGUN MESIN BENDING FIBER

DISUSUN OLEH :

RITA PASA  211022

YUDISTIRA YUNUS  211025

HABI  211032

AFRYADI  211041

ALFIAN  211065

RUDI HARTONO 211075

JURUSAN TEKNIK MESIN PROGRAM STUDY
PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN
AKADEMI TEKNIK SOROAKO
2014

MESIN BENDING FIBER

MESIN BENDING FIBER

Mesin bending adalah merupakan mesin yang sangat dibutuhkan khususnya untuk karyawan Carpenter yang selalu mengerjakan proses tekuk dengan berbagai bentuk yang diinginkan. Akan tetapi potensi bahaya yang ditimbulkan sangat besar karena menggunakan pemanas oven. Sehingga dibuatlah mesin yang potensi bahayanya lebih rendah.

Untuk menghasilkan benda benda kerja (fiberglass) yang sudah mengalami proses bending. Mesin ini terdiri dari beberapa tahap proses pembuatan yaitu: pengambilan dan pengolahan data, proses perancangan dan pembuatan gambar mesin, proses pembuatan dudukan dari meja mesin, proses pembuatan sistem pencekaman dari mesin, dan proses pembuatan dudukan dari elemen pemanas mesin. Mesin bending ini terdiri dari beberapa komponen penting yaitu: elemen pemanas dari mesin, sistem pencekam benda kerja dan dudukan dari benda kerja.

Mesin bending yang dibuat dapat dapat digunakan untuk mem bending benda fiber lebih dari satu kali proses bending, dimana keberhasilan dari proses bending ini yang berperan penting adalah elemen pemanas yang digunakan pada mesin tersebut. Karena elemen tersebut yang menyebabkan fibermenjadi lunak sebelum dilakukan proses bending. Pada proses bending, suhu dan waktu
sangatlah berperan penting. Dimana semakin besar suhu yang digunakan, maka waktu yang diperlukan untuk membending fiberakan semakin singkat.Begitupula sebaliknya, semakin kecil suhu yang digunakan maka akan semakin lama waktu yang diperlukan untuk melakukan proses bending.

Berdasarkan hasil pengujian maka dapat disimpulkan bahwa, mesin bending fiber ini memiliki kemampuan menekuk fiber dengan ketebalan fiber antara tiga millimeter sampai enam millimeter dengan menggunakan suhu yang 150°Celcius sampai 250 ° Celcius. Kemampuan mesin ini juga terbatas pada lebar plat dengan maksimal lebar 60 Centimeter, dengan sudut tekuk yang mampu dibending yaitu 100°.

RANCANG BANGUN CUTTING TORCH HOLDER OXY-ACETYLENE/PIPE ROLLING SYSTEM

DISUSUN OLEH:

FATMAWATI 211006

JOHN KIFLY TOLAMPI 211013

MUH.ASRI  211035

INGRID SELLY APRIANTY  211046

FACHRUL JANUAR 211062

AKBAR  211077

JURUSAN TEKNIK MESIN
PROGRAM STUDI PERAWATAN DAN PERBAIKAN MESIN
AKADEMI TEKNIK SOROAKO

CUTTING TORCH HOLDER OXY-ACETYLENE/PIPE  ROLLING SYSTEM

CUTTING TORCH HOLDER OXY-ACETYLENE/PIPE
ROLLING SYSTEM

Pada proses fabrikasi di Akademi Teknik Soroako ( ATS ), pipa logam sering digunakan untuk kebutuhan produksi maupun untuk kebutuhan akademik seperti penyiapan material untuk praktik mahasiswa. Tugas akhir ini dirancang untuk membantu dalam memotong pipa khususnya pipa yang akan digunakan untuk praktik las groove, karena alat ini juga dapat memotong membentuk sudut tertentu karena dirancang dengan pengaturan sisi torch( pemotongan bevel ). Dengan menggunakan alat ini, waktu untuk proses pemotongan pipa dapat diminimalisasi serta menghasilkan kualitas pemotongan yang lebih baik dibandingkan pemotongan manual.

Dalam perancangan dan pembuatan alat cutting torch holder oxy-acetylene ini, digunakan kajian pustaka melalui referensi berupa buku, artikel, wawancara dan studi lapangan. Tahap perancangan pembuatan meliputi proses desain, penggambaran dan estimasi material. Kemudian tahapan proses pembuatan meliputi proses permesinan, fabrikasi dan perakitan. Perancangan dan pembuatan
alat ini dikerjakan selama 14 minggu.

Prinsip kerja alat ini yaitu pipa dicekam pada pencekam pipa yang telah terhubung dengan motor sehingga ketika motor berputar, maka pipa pun juga ikut berputar. Untuk memudahkan pipa berputar, maka diberikan tumpuan roller. Kemudian brander las diletakkan pada holder yang dapat digerakkan sehingga pengguna dapat menentukan panjang pipa yang ingin dipotong.

Putaran motor dirancang agar memiliki putaran yang sesuai dengan kecepatan potong pemotongnya. Motor yang digunakan adalah motor DC dengan nilai putaran 1.272 rpm untuk mendapat kesesuaian putaran dengan kecepatan potong maka dilakukan reduksi putaran dengan menggunakan rantai – sprocket rasio 3 : 1. Hasil dari uji coba alat ini memperlihatkan kualitas pemotongan lebih
baik dibandingkan dengan pemotongan manual.